Kegiatan Tes ALPA dan ELPA Pusat Pengembangan Bahasa
Suasana penuh semangat dan konsentrasi tinggi terlihat di gedung Prof. KH. Syaifudin Zuhri yang merupakan gedung perkuliahan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak , pada hari Senin-Jumat tanggal 20-24 Oktober 2025 untuk tes kebahasaan ALPA (Arabic Language Proficiency Assessment) dan hari Senin-Jumat tanggal 27-31 Oktober 2025 untuk tes kebahasaan ELPA (English Language Proficiency Assessment). Sebanyak kurang lebih 1.257 peserta yang terdiri dari mahasiswa semester III (tiga) tengah berkompetisi untuk mengukur dan membuktikan kemahiran mereka dalam dua bahasa internasional tersebut.
Tes yang berlangsung secara serentak di 5 (lima) lokal yaitu 504, 507, 508, 509 yang berada di gedung Prof. KH. Syaifuddin Zuhri.kegiatan ini merupakan agenda tahunan Pusat Pengembangan Bahasa. Tes ALPA menguji kemampuan bahasa Arab, mulai dari keterampilan menyimak (fahmul masmu'), memahami susunan kalimat (fahmul tarkib), keterampilan membaca (fahmul magru’). Sementara itu, ELPA mengevaluasi kecakapan bahasa Inggris peserta melalui keterampilan mendengarkan (listening comprehension), struktur dan ekspresi tertulis (structure and written expression), dan membaca (reading comprehension)
Kepala Pusat Bahasa, Segu, MA dalam sambutannya menyatakan bahwa penyelenggaraan tes ini bukan sekadar untuk mendapatkan nilai. "Ini adalah sebuah benchmark (tolok ukur) yang objektif untuk melihat sejauh mana efektivitas proses pembelajaran bahasa yang telah dilaksanakan. Hasil dari ALPA dan ELPA akan menjadi peta jalan bagi institusi kami untuk terus berinovasi dalam metode pengajaran," ujarnya.
Para peserta terlihat antusias meski mengakui tingkat kesulitan soal. "Soalnya menantang, terutama pada bagian fahmul tarkib (pemahaman susunan kalimat) di ALPA dan listening comprehension (keterampilan mendengarkan) di ELPA. Tapi ini pengalaman yang sangat berharga untuk menguji diri," tutur salah satu peserta tes.
Hasil tes yang dijadwalkan diumumkan dalam Desember ke depan ini diharapkan tidak hanya menjadi prestasi akademik, tetapi juga menjadi bekal berharga bagi peserta dalam menghadapi tantangan global, dimana penguasaan bahasa Arab dan Inggris menjadi kunci utama.